Studi Literatur: Manajemen Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Banjar dalam Penguatan Karakter Siswa
Abstrak
Pendidikan karakter merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pendidikan Indonesia. Perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi membawa tantangan besar bagi pembentukan karakter peserta didik, terutama pada era disrupsi informasi yang sering menggeser nilai moral bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model manajemen pendidikan berbasis kearifan lokal Suku Banjar dalam penguatan karakter siswa. Karenanya sekolah diharapkan tidak hanya berperan sebagai lembaga transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia. Salah satu pendekatan strategis untuk memperkuat pendidikan karakter adalah integrasi kearifan lokal. Tradisi Suku Banjar seperti kayuh baimbai (gotong royong), badamai (musyawarah damai), serta Batamat Al-Qur’an menyimpan nilai religiusitas, tanggung jawab, toleransi, dan penghormatan terhadap orang tua maupun guru. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah artikel-artikel primer terkait pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, terutama pada masyarakat Banjar. Analisis menunjukkan bahwa manajemen pendidikan berbasis budaya lokal mampu menjadi alternatif pembelajaran yang lebih kontekstual, aplikatif, serta mendukung penguatan jati diri siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hambatan berupa keterbatasan guru dalam pemahaman budaya lokal, kurangnya integrasi nilai kearifan ke dalam kurikulum, serta lemahnya dukungan sarana. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal tidak hanya relevan sebagai penguatan karakter, tetapi juga sebagai strategi mempertahankan identitas budaya di tengah arus globalisasi.
Data Unduhan PDF
Copyright (c) 2026 Verdian Wirtung, Ana Fitrotun Nisa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
DOI:












