Budaya Kula Pahari sebagai Media Pendidikan dalam Membangun Kerukunan Masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah

  • Hamdanah Hamdanah IAIN Palangka Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah,  Indonesia
  • Muhammad Fikri Firdausi IAIN Palangka Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah,  Indonesia
  • Miftahurrizqi Miftahurrizqi Univesitas Muhammadiyah Palangka Raya, Kalimantan Tengah,  Indonesia
  • Miftahussa'adah Miftahussa'adah Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur,  Indonesia

Abstrak

Kalimantan Tengah merupakan salah satu tempat yang sangat heterogen, baik secara suku maupun agama, sehingga terkait kerukunan perlu untuk dijaga supaya kehidupan menjadi tentram dan damai. Tulisan ini menguraikan isu terkait kerukunan umat di Kalimantan Tengah melalui spirit ke-Islaman dan kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan library research. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa ketidakrukunan masih muncul akibat beberapa faktor, seperti pemahaman agama yang sempit, kesenjangan politik dan ekonomi, persaingan antara penduduk asli dan pendatang, serta perbedaan nilai sosial budaya yang dapat memicu konflik. Konsep ukhuwah dalam Al-Qur'an mencakup ukhuwah Islamiyyah (persaudaraan berdasarkan agama), ukhuwah basyariyyah (persaudaraan sesama manusia), dan ukhuwah wathaniyyah (persaudaraan berdasarkan bangsa). Kula pahari merupakan konsep kearifan lokal suku Dayak yang menekankan persaudaraan dan nilai kekeluargaan, terjalin dalam budaya huma betang. Kerukunan antarumat beragama di Kalimantan Tengah perlu dipupuk melalui pengakuan terhadap kearifan lokal yang sejalan dengan prinsip-prinsip agama. Konsep kula pahari menunjukkan bahwa masyarakat dapat hidup harmonis meskipun berbeda-beda, dengan menjaga tata krama dan moral spiritual yang mengedepankan kekeluargaan dan persaudaraan. Keragaman demografis di Kalimantan Tengah menjadi modal penting untuk membangun kerukunan umat beragama. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ukhuwah dan kearifan lokal, masyarakat dapat memperkuat solidaritas dan menciptakan harmoni, sebagaimana tercermin dalam pepatah Dayak yang menyerukan persatuan untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan.

Kata Kunci: kerukunan, ukhuwah, kula pahari

Data Unduhan PDF

Data unduhan belum tersedia.
Diterbitkan
2025-02-25
Bagaimana cara mengutip:
Hamdanah, H., Firdausi, M. F., Miftahurrizqi, M., & Miftahussa’adah, M. (2025). Budaya Kula Pahari sebagai Media Pendidikan dalam Membangun Kerukunan Masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 10(2), 1072-1079. https://doi.org/10.51169/ideguru.v10i2.1571
Bagian
Tinjauan Pustaka
Abstrak viewed: 72 times
PDF downloaded: 26 times

Referensi

Abubakar, M. (2010). Falsafah Hidup Budaya Betang dalam Membangun Kerukunan Hidup Umat Beragama di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah. Aditya Media Publishing.

Ajahari, A. & Khalifah, Y. (2022). Kerukunan Masyarakat Pluralitas Agama di Pager Kota Palangka Raya. Lakeisha.

Almalchim, A. C., & Maulana. (2019). Konsep Al-Ukhuwah dalam Al-Quran (Kajian Tafsir Tematik). Al’Adalah, 22(2), 167–194. https://doi.org/10.35719/aladalah.v22i2.21

Az-Zuhaili, W. (2013). Tafsir Al-Munir. Gema Insani.

Erawati, D. (2017). Peranan Sosialisasi Nilai Kebersamaan dalam Upaya Menanggulangi Konflik Beragam dalam Kehidupan Bermasyarakat di Kota Palangka Raya. Palita: Journal of Social-Religi Research, 2(1). DOI: https://doi.org/10.24256/pal.v2i1.63

Ghifarie, I. (2018). Merayakan Keragaman Mengenal Lebih Dekat Ragam Agama di Indonesia. Expose.

Hamdanah, H. (2014). Hidup Berdampingan dalam Perbedaan: Pendidikan Agama Keluarga Beda Agama. Pustaka Pelajar.

Hamka. (2015). Tafsir Al-Azhar. Gema Insani.

Kawangung, Y. (2019). Religious moderation discourse in plurality of social harmony in Indonesia. International Journal of Social Sciences and Humanities, 3(1), 160–170. https://doi.org/10.29332/ijssh.v3n1.277

Kurniawan, M. (2017). Konsep Keberagaman Muhajirin dan Anshar. Journal of Islamic Studies and Humanities, 2(1), 105-127. doi:https://doi.org/10.21580/jish.21.2518

Makruf, J., Thaha, I., Muttaqin, Z., & Febiyana, F. (2021). Membincang Moderasi Beragama: Sebuah Intisari Serial Webinar. PPIM UIN Jakarta.

Mujiburrahman, M., Alfisyah, A., & Syadzali, A. (2011). Badinsanak Banjar-Dayak Identitas Agama dan Ekonomi Etnisitas di Kalimantan Selatan. CRCS.

Nasiruddin, M. A., & Ma’rifah, M. (2022). Urgensi Kerukunan Antar Umat Beragama di Era 5.0. Proceeding International Seminar on Islamic Education and Peace. https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/isiep/article/view/1416

Normuslim, N. (2016). Kerukunan Antarumat Beragama Keluarga Suku Dayak Ngaju. Lembaga Literasi Dayak.

Normuslim, N. (2023). Pendidikan Islam Multikultural. K-Media.

Quthb, S. (2014). Tafsir Fi Dzhilalil Quran. Gema Insani.

RI, K. (2011). Tafsir Tematik Al-Quran dan Kebhinekaan. Kementerian Agama RI.

RI, K. (2015). Kasus-Kasus Aktual Kehidupan Keagamaan di Indonesia. Kementerian Agama RI.

Riwut, N. (2015). Maneser Panatau Hiang Menyelami Kekayaan Leluhur. Pusakalima.

Shihab, M. Q. (2008). Tafsir Al-Misbah Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Quran. Lentera Hati.

Shihab, M. Q. (2007). Wasawan Al-Qur’an: Tafsir Tematik Pelbagai Persoalan Umat. Mizan.

Suryanyahu, A. (2013). Kamus Dwibahasa Dayak Ngaju-Indonesia. Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.

Tengah, B. P. S. P. K. (2023). Statistik Kependudukan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2022. CV APP Printing.

Tim KBBI. (1995). Kamus Bahasa Indonesia Bakumpai. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

TV, T. M. (2023). BNPT Sebut Indeks Kerukunan Umat Beragama Naik. Metro TV. https://m.metrotvnews.com/read/N6GC8Gp5-bnpt-sebut-indeks-kerukunan-umat-beragama-naik.