Budaya Kula Pahari sebagai Media Pendidikan dalam Membangun Kerukunan Masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah
Abstrak
Kalimantan Tengah merupakan salah satu tempat yang sangat heterogen, baik secara suku maupun agama, sehingga terkait kerukunan perlu untuk dijaga supaya kehidupan menjadi tentram dan damai. Tulisan ini menguraikan isu terkait kerukunan umat di Kalimantan Tengah melalui spirit ke-Islaman dan kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan library research. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa ketidakrukunan masih muncul akibat beberapa faktor, seperti pemahaman agama yang sempit, kesenjangan politik dan ekonomi, persaingan antara penduduk asli dan pendatang, serta perbedaan nilai sosial budaya yang dapat memicu konflik. Konsep ukhuwah dalam Al-Qur'an mencakup ukhuwah Islamiyyah (persaudaraan berdasarkan agama), ukhuwah basyariyyah (persaudaraan sesama manusia), dan ukhuwah wathaniyyah (persaudaraan berdasarkan bangsa). Kula pahari merupakan konsep kearifan lokal suku Dayak yang menekankan persaudaraan dan nilai kekeluargaan, terjalin dalam budaya huma betang. Kerukunan antarumat beragama di Kalimantan Tengah perlu dipupuk melalui pengakuan terhadap kearifan lokal yang sejalan dengan prinsip-prinsip agama. Konsep kula pahari menunjukkan bahwa masyarakat dapat hidup harmonis meskipun berbeda-beda, dengan menjaga tata krama dan moral spiritual yang mengedepankan kekeluargaan dan persaudaraan. Keragaman demografis di Kalimantan Tengah menjadi modal penting untuk membangun kerukunan umat beragama. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ukhuwah dan kearifan lokal, masyarakat dapat memperkuat solidaritas dan menciptakan harmoni, sebagaimana tercermin dalam pepatah Dayak yang menyerukan persatuan untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan.
Data Unduhan PDF
Copyright (c) 2025 Hamdanah Hamdanah, Muhammad Fikri Firdausi, Miftahurrizqi Miftahurrizqi, Miftahussa'adah Miftahussa'adah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

