Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen dengan Menggunakan Model Problem Based Learning pada Peserta didik Kelas IX
Abstrak
Pembelajaran sastra, terutama menulis cerpen, harus memakan waktu sebanyak-banyaknya karena siswa dapat langsung merasakan fungsi sastra, terutama cerpen. Oleh karena itu, pendekatan untuk mengajar sastra, dan terutama cerita pendek, perlu kreatif daripada hafalan. Ini harus dapat menginspirasi siswa untuk menulis, merefleksikan, dan mengalami masalah dalam terang prinsip-prinsip cerita pendek. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis cerpen peserta didik kelas IX dengan memakai pendekatan berbasis masalah (Problem Based Learning). Metode penelitian ini menggunakan eksperimen, dengan dua metode pengumpulan data, yakni teknik tes dan non tes. Dengan menggunakan metodologi PBL, formulir tes tertulis diisi dengan menyelesaikan ujian praktik menulis cerpen. Sementara itu, lembar observasi, buku catatan guru dan siswa, lembar wawancara, dan rekaman video digunakan untuk mengumpulkan data non-tes. Berdasarkan hasil penelitian ini dipahami jika sebelum perlakuan (tanpa paradigma pembelajaran PBL), nilai rata-rata siswa adalah 48,16 dengan standar deviasi 7,00. Terdapat 8 siswa dalam kelompok cukup, atau 26,66%, 20 siswa dalam kategori kurang, ataupun 66,66%, serta 2 siswa dalam kategori sangat kurang, atau 6,66%. Skor rata-rata post-test adalah 78, dengan standar deviasi 7,48. Sembilan siswa, atau 30%, berada dalam kelompok sangat baik, 18 siswa, ataupun 60%, ada didalam kategori baik, serta 3 siswa, atau 10%, ada didalam kategori cukup.
Data Unduhan PDF
Copyright (c) 2024 Nina Prince Simorangkir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

