Peningkatan Keterampilan Berbicara Teks Naratif melalui Metode Storytelling

  • Tituk Romadlona Fauziyah SMA Negeri 10 Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta,  Indonesia

Abstrak

Keterampilan berbicara teks naratif siswa X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta tahun pelajaran 2020-2021 masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah peningkatan keterampilan berbicara teks naratif siswa melalui metode storytelling. Penelitian ini berjenis penelitian tindakan kelas dengan instrumen berupa observasi, angket, penilaian unjuk kerja, dokumentasi. Pelaksanaan penelitian ini dari bulan April sampai Mei tahun 2021 sebanyak 2 siklus. Di setiap siklus terdapat 4 kegiatan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi. Subjek penelitian ini siswa X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta tahun pelajaran 2020-2021. Ditunjukkan oleh hasil penelitian bahwa persentase jumlah siswa yang nilainya sudah KKM selalu naik. Di tahap prasiklus yang mencapai KKM 16 siswa (45.72%), meningkat 18 siswa (51.43%) di siklus 1, dan meningkat lagi menjadi 31 siswa (88.57%) di siklus 2. Kenaikan jumlah siswa yang mencapai KKM dari tahap prasiklus sampai siklus 2 adalah 42.85%. Persentase perolehan rerata nilai siswa mengalami kenaikan pula sebanyak 3.65%, dari 75.20% pada tahap prasiklus ke angka 75.80% di siklus 1, dan 78.85% di siklus 2. Simpulnya, keterampilan berbicara teks naratif dapat ditingkatkan dengan metode storytelling.

Kata Kunci: keterampilan berbicara, teks naratif, storytelling

Data Unduhan PDF

Data unduhan belum tersedia.
Diterbitkan
2022-05-01
Bagaimana cara mengutip:
Fauziyah, T. R. (2022). Peningkatan Keterampilan Berbicara Teks Naratif melalui Metode Storytelling. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 7(2), 164-169. https://doi.org/10.51169/ideguru.v7i2.341
Bagian
Artikel Penelitian
Abstrak viewed: 1801 times
PDF downloaded: 1616 times

Referensi

Aini, N. (2009). Peningkatan Keterampilan Menceritakan Kembali Cerita Anak melalui Teknik Story Telling dengan Media Flash Card pada Siswa Kelas VII-C SMP Islam Sudirman Sumowono Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2008/2009 [Doctoral Dissertation]. Universitas Negeri Semarang.

Brown, H. D. (2007). Principles of Language Learning and Teaching (5th ed.). Longman. Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama (2005). Materi Pelatihan Terintegrasi, Bahasa Inggris, Buku 2.

Echols, J. M., & Shadaly, H. (2008). Kamus Inggris – Indonesia An English – Indonesian Dictionary. Gramedia Pustaka Utama.

Tim Penyusun (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka

Martha Hamilton, Mitch Weiss (2005). Children Tell Stories: Teaching and Using Storytelling in the Classroom, (2nd edition) New York: Richard P Owen Publishers Katonah

Harmer, J. (2001). The Practice of English Language Teaching (3rd ed.). Longman United Kingdom.

Nurhayati, N., & Ratnawati, L. (2005). Penerapan Teknik Story Telling Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Sekolah Dasar. Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra, 7(1), 61-79.

Pratiwi, R. R. (2016). Penerapan Metode Storytelling Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas Ii Sdn S4 Bandung. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Richards, J. C., & Rodgers, T. S. (2008). Approaches and Methods in Language Teaching. Cambridge University Press.

Suharsimi, A. (2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Tarigan, H. G. (2015). Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa

Tompkins, Gail E & Hoskisson, Kenneth (1995). Language Arts: Content and Teaching Strategies, New Jersey: Prentice Hall