Nilai Sufistik dalam Penguatan Relasi Guru–Murid pada Pendidikan Islam

  • Mas Faiqul Khuluq Universitas Siber Syeikh Nurjati, Cirebon, Jawa barat,  Indonesia
  • Didi Junaedi Universitas Siber Syeikh Nurjati, Cirebon, Jawa barat,  Indonesia

Abstrak

Transformasi pendidikan modern telah memengaruhi pola relasi guru–murid dalam pendidikan Islam. Dominasi orientasi akademik, administratif, dan pencapaian kognitif menyebabkan hubungan pendidikan semakin bersifat formal dan teknis, sementara dimensi moral dan spiritual mengalami pelemahan. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya nilai adab, keteladanan, serta kedekatan etis antara guru dan murid dalam proses pendidikan. Artikel ini bertujuan menganalisis peran nilai sufistik dalam penguatan relasi guru–murid pada pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian kepustakaan melalui analisis konseptual terhadap literatur pendidikan Islam, tasawuf, dan relasi pendidikan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan interpretasi kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sufistik seperti adab, keikhlasan, keteladanan, tanggung jawab moral, dan pembinaan spiritual memiliki kontribusi penting dalam membangun relasi pendidikan yang humanis dan transformatif. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi landasan alternatif dalam memperkuat hubungan guru–murid di tengah tantangan pendidikan modern yang cenderung pragmatis dan berorientasi material. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya integrasi dimensi moral dan spiritual dalam praktik pendidikan Islam guna membentuk relasi pendidikan yang lebih holistik dan berkarakter.

Kata Kunci: nilai sufistik, relasi guru–murid, pendidikan Islam, adab, pendidikan karakter

Data Unduhan PDF

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Mas Faiqul Khuluq, Universitas Siber Syeikh Nurjati, Cirebon, Jawa barat

Mas Faiqul Khuluq, Lc. lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 20 November 1989. Menyelesaikan pendidikan sarjana pada Program Studi Dirasat Islamiyah wa al-‘Arabiyah, Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, pada tahun 2012. Selanjutnya melanjutkan studi Pascasarjana pada fakultas dan universitas yang sama dengan konsentrasi Ushuluddin bidang Aqidah dan Filsafat hingga tingkat kandidat magister (Dipl.) pada tahun 2016. Saat ini aktif sebagai pengajar dan pendakwah dalam kajian keislaman serta pengajian kitab kuning di berbagai wilayah Jawa Timur, khususnya Surabaya, Mojokerto, Magetan, dan Madiun. Fokus kajian yang diminati meliputi pendidikan Islam, tasawuf, relasi guru–murid, dan studi pemikiran Islam. Penulis dapat dihubungi melalui surat elektronik: conancairo@gmail.com.

Diterbitkan
2026-07-27
Bagaimana cara mengutip:
Khuluq, M. F., & Junaedi, D. (2026). Nilai Sufistik dalam Penguatan Relasi Guru–Murid pada Pendidikan Islam. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 11(1), 38-45. https://doi.org/10.51169/ideguru.v11i1.2444
Bagian
Tinjauan Pustaka
Abstrak viewed: 9 times
PDF downloaded: 4 times

Referensi

Abdulah, M. T. F., Syahri, M., & Tinus, A. (2025). Analysis of the implementation of 21st century manners education in overcoming student moral decadence. Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education, 6(3), 829–843. https://doi.org/10.31538/tijie.v6i3.2030

Bahri, S., Sakdiyah, H., Tanjung, H. B., & Samsu. (2024). Relasi guru dengan murid dalam perspektif pendidikan Islam. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 17(2), 473–494. https://doi.org/10.32832/tawazun.v17i2.16731

Dahri, Suyanta, S., Shadiqin, S. I., & Ramli. (2023). Jejaring pendidikan Islam: Proses pembentukan relasi guru dan murid pesantren di Kabupaten Aceh Singkil. At-Ta'dib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 15(2), 220–236. https://doi.org/10.47498/tadib.v15i2.2532

Efferi, A. (2018). Sufistic value in the book of Ta'lim al Muta'alim written by al Zarnuji. Konseling Religi: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 9(2), 173–187. https://doi.org/10.21043/kr.v9i2.4630

Fauziah, I. D., Nafisatussa'adah, Nikmah, F., & Kurahman, O. T. (2025). Keteladanan sebagai metode pendidikan Islam dalam pembentukan karakter murid. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 10(2), 130–138. https://jurnal.iainambon.ac.id/index.php/ALT/article/view/12079

Mamat, M. A. (2023). Adab guru dan murid dalam pendidikan menurut perspektif Syeikh Muḥammad Khaṭīb Langgien: Analisis terhadap kitab Dawā' al-Qulūb min al-'Uyūb. Journal of Al-Tamaddun, 18(1), 45–58. https://doi.org/10.22452/JAT.vol18no1.4

Munawwaroh, A. (2019). Keteladanan sebagai metode pendidikan karakter. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 7(2), 141–156. https://doi.org/10.36667/jppi.v7i2.363

Mustafa, N., Zhaffar, N. M., & Zabidi, M. M. (2025). Penerapan akhlak melalui teladan (keperibadian guru-murid) dalam pengajaran guru pendidikan Islam pendidikan khas. Journal of Quran Sunnah Education & Special Needs, 9(2), 27–39. https://doi.org/10.33102/jqss.vol9no2.265

Putra, U. Y., Ni'mah, A. F., & Sobirin, M. (2025). Urgensi fiqih (adab guru dan murid) dalam membentuk karakter murid di era globalisasi. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 5389–5399. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1430

Rahman. (2020). Reaktualisasi nilai-nilai tasawuf akhlāqi pada pola hubungan pendidik dengan murid dalam pendidikan Islam. Jurnal Al-Qayyimah, 2(2), 84–97. https://doi.org/10.30863/aqym.v2i2.653

Rasmi & Marlina. (2025). Reconstructing Al-Ghazali's educational thought: A solution to the spiritual crisis in contemporary Islamic education. Dirasah: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 224–229. https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/dirasah/article/view/12286

Zulfahmi, Jamil, A. I., & Abdul Kadir, F. A. (2021). Meneroka asas pemikiran hubungan guru-murid dalam institusi pendidikan Islam zaman Abbasiyah. Journal of Islamic Educational Research, 6(1), 35–51. https://doi.org/10.22452/jier.vol6no2021.3