Nilai Sufistik dalam Penguatan Relasi Guru–Murid pada Pendidikan Islam
Abstrak
Transformasi pendidikan modern telah memengaruhi pola relasi guru–murid dalam pendidikan Islam. Dominasi orientasi akademik, administratif, dan pencapaian kognitif menyebabkan hubungan pendidikan semakin bersifat formal dan teknis, sementara dimensi moral dan spiritual mengalami pelemahan. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya nilai adab, keteladanan, serta kedekatan etis antara guru dan murid dalam proses pendidikan. Artikel ini bertujuan menganalisis peran nilai sufistik dalam penguatan relasi guru–murid pada pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian kepustakaan melalui analisis konseptual terhadap literatur pendidikan Islam, tasawuf, dan relasi pendidikan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan interpretasi kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sufistik seperti adab, keikhlasan, keteladanan, tanggung jawab moral, dan pembinaan spiritual memiliki kontribusi penting dalam membangun relasi pendidikan yang humanis dan transformatif. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi landasan alternatif dalam memperkuat hubungan guru–murid di tengah tantangan pendidikan modern yang cenderung pragmatis dan berorientasi material. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya integrasi dimensi moral dan spiritual dalam praktik pendidikan Islam guna membentuk relasi pendidikan yang lebih holistik dan berkarakter.
Data Unduhan PDF
Copyright (c) 2026 Mas Faiqul Khuluq, Didi Junaedi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
DOI:












