Strategi Kesantunan dalam Penolakan Siswa terhadap Guru di SMA Negeri 2 Wates: Kajian Sosiopragmatik
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kesantunan dalam tindak tutur penolakan siswa terhadap guru di SMA Negeri 2 Wates melalui kajian sosiopragmatik. Urgensi penelitian ini didasarkan pada adanya asimetri relasi kuasa yang kental antara guru dan siswa di lingkungan sekolah yang berpotensi memicu konflik interpersonal saat terjadi penolakan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan korpus data berupa 25 data tuturan penolakan autentik siswa yang diperoleh melalui teknik catat berdasarkan hasil observasi spontan di lingkungan sekolah. Data dianalisis secara tekstual dan kontekstual menggunakan klasifikasi strategi penolakan Al-Sallal serta teori kesantunan Brown dan Levinson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penolakan tidak langsung sangat mendominasi interaksi komunikasi siswa dan guru dengan persentase sebesar 96% atau sebanyak 24 tuturan. Strategi tersebut direalisasikan melalui pemberian alasan, strategi kerendahhatian, penggunaan adjuncts, serta berbagai bentuk mitigasi pragmatik lainnya. Penelitian ini menemukan keunikan pada penggunaan penanda linguistik lokal bahasa Jawa seperti pripun nggih, nyuwun sewu, dan mboten usah yang berfungsi sebagai mitigator pragmatik yang krusial untuk memperhalus penolakan. Kontribusi kebaruan penelitian ini menegaskan bahwa strategi mitigasi pragmatik yang dipengaruhi nilai budaya Jawa seperti ewuh pakewuh, andhap asor, dan ngajeni digunakan siswa untuk mengurangi tindakan mengancam muka, menjaga keharmonisan hubungan interpersonal, serta mempertahankan rasa hormat kepada guru dalam komunikasi pendidikan sehari-hari.
Data Unduhan PDF
Copyright (c) 2026 Ayu Herawati, Tadkiroatun Musfiroh

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
DOI:












