Digital Islamic Religious Education and Tolerance: An SLR of Online Narratives in Secondary Schools
Abstrak
Toleransi beragama menjadi prioritas strategis dalam pendidikan di masyarakat plural karena sekolah berperan membentuk disposisi kewargaan yang mendukung kehidupan bersama. Pendidikan Agama Islam (PAI) dipandang sebagai instrumen utama untuk menanamkan moderasi beragama (wasathiyah), toleransi, dan pluralisme melalui kurikulum, pedagogi, peran guru, dan budaya kelembagaan. Namun, efektivitasnya menghadapi tantangan akibat berkembangnya otoritas keagamaan digital dan narasi daring yang dapat memperkuat sekaligus mempolarisasi pemahaman keislaman. Kajian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel jurnal terindeks Scopus periode 2016–2026 dengan fokus pada PAI, toleransi, moderasi, pluralisme, dan konteks sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembentukan toleransi paling efektif ketika nilai moderasi dirumuskan secara kontekstual dan multidimensional, diterapkan melalui pedagogi dialogis yang aktif, serta didukung integrasi intrakurikuler, ekstrakurikuler, kapasitas guru, dan kepemimpinan sekolah. Sebaliknya, pendekatan moderasi yang bersifat top-down dan tekstual cenderung menghasilkan internalisasi yang dangkal akibat lemahnya desain pembelajaran, kesiapan guru, dan ortodoksi kelembagaan. Kajian ini juga menemukan kesenjangan penting, yaitu minimnya penelitian yang mengukur interaksi antara paparan keagamaan digital siswa dengan pembelajaran di kelas. Sebagai kontribusi, artikel ini menawarkan Digital Religious Moderation Pedagogy (DRMP) sebagai kerangka integratif untuk memperkuat toleransi beragama di pendidikan menengah.
Data Unduhan PDF
Copyright (c) 2026 Siti Subaidah, Faqihuddin Abdul Kodir, Saluky, Dadang Saepuloh

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
DOI:












