Manajemen Pendidikan Inklusi di Kota Yogyakarta
Abstrak
Pendidikan inklusi merupakan upaya untuk memberikan kesempatan belajar yang setara bagi semua peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Meskipun telah didukung oleh berbagai kebijakan dan regulasi, implementasi pendidikan inklusi di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan guru pendamping khusus, kesiapan guru dalam pembelajaran inklusif, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendampingan siswa, kesiapan guru, penyiapan materi pembelajaran, serta ketersediaan sarana dan prasarana dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif di dua sekolah dasar di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru kelas, Guru Pendamping Khusus (GPK), tenaga kependidikan, orang tua anak berkebutuhan khusus, dan orang tua siswa reguler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan siswa dilakukan melalui pembelajaran bersama di kelas reguler oleh guru kelas dan GPK serta layanan pull-out di ruang inklusi. Penyiapan materi pembelajaran dilakukan melalui penyusunan modul ajar berdiferensiasi sesuai Kurikulum Merdeka. Keberhasilan pendidikan inklusif dipengaruhi oleh dukungan Unit Layanan Disabilitas, ketersediaan GPK, kolaborasi warga sekolah, kemitraan eksternal, serta kecukupan sarana dan prasarana.
Data Unduhan PDF
Copyright (c) 2026 Tri Widayati, Wiwik Wijayanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
DOI:












