Kajian Simbolik Pakaian Adat Kesultanan Kutai Kartanegara sebagai Media Edukasi Publik Berbasis Kearifan Lokal

  • Windu Setiawan Program Studi Megister Pendidikan Seni Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta,  Indonesia
  • Suminto A Sayuti Program Studi Megister Pendidikan Seni Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta,  Indonesia

Abstrak

Penggeseran pemahaman dari masyarakat terhadap makna simbolik pakaian adat akibat arus modernisasi menyebabkan pakaian adat kerap dipahami hanya sebatas busana seremonial dalam sebuah upacara maupun ritual adat, termasuk pada Takwo Kustim dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Padahal, pakaian ini memuat sistem simbol budaya yang merepresentasikan identitas, struktur sosial, dan nilai kearifan lokal masyarakat Kutai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menafsirkan makna simbolik elemen pakaian adat Takwo Kustim serta menjelaskan potensinya sebagai media edukasi publik berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengombinasikan kajian semiotika Charles Sanders Peirce dan etnografi. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses klasifikasi, penafsiran, dan pemaknaan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen material, warna, motif, dan atribut Takwo Kustim mengandung makna simbolik yang merepresentasikan kewibawaan, legitimasi kekuasaan, spiritualitas, serta kesinambungan nilai adat Kesultanan Kutai. Temuan ini menegaskan Takwo Kustim tidak hanya sebagai artefak budaya, melainkan juga memiliki potensi besar sebagai media edukasi publik yang kontekstual. Simpulan penelitian menunjukkan pemanfaatan Takwo Kustim sebagai media edukasi publik dapat memperkuat literasi budaya, identitas kolektif, dan pelestarian kearifan lokal, serta berprospek dikembangkan sebagai sumber pembelajaran seni dan budaya di ruang pendidikan dan publik.

Kata Kunci: Pakaian Adat, Kajian Simbolik, Edukasi Publik, Kearifan Lokal, Budaya Kutai Kartanegara

Data Unduhan PDF

Data unduhan belum tersedia.
Diterbitkan
2026-06-19
Bagaimana cara mengutip:
Setiawan, W., & Sayuti , S. A. (2026). Kajian Simbolik Pakaian Adat Kesultanan Kutai Kartanegara sebagai Media Edukasi Publik Berbasis Kearifan Lokal . Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 10(3), 2783-2791. https://doi.org/10.51169/ideguru.v10i3.2281
Bagian
Artikel Penelitian
Abstrak viewed: 2 times
PDF downloaded: 0 times

Referensi

Adriansyah, B., Barriyah, I. Q., Moh. Rusnanto Susanto, & Susanto, D. (2022). Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal Pernikahan Adat Karo Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 4, 421–436. https://doi.org/10.47476/reslaj.v4i3.786

Agustia, N. R., Ismaraida, I., & Nofianti, R. (2022). Pola Asuh Orang Tua Dalam Menanamkan Karakter Religius Anak Melalui Baca Tulis Al-Qur’an Di Desa Lau Gumba. Warta Dharmawangsa, 16(4), 1159–1167. https://doi.org/10.46576/wdw.v16i4.2519

Arfian, R. (2020). Peran Orang Tua dalam Membina Rohani Islam pada Anak di Kawasan Minoritas Muslim Desa Kineppen Kabupaten Karo. Kaos GL Dergisi.

Arumsari, M. D., Kuswarsantyo, & Susanto, M. R. (2025). Edukasi Publik melalui Refleksi Budaya Visual Beksan Trunajaya Keraton Yogyakarta dalam Perspektif Semio-Edukatif. Ideguru : Jurnal Karya Ilmiah Guru, 10(2), 1689–1696.

Bani, E. A. S. (2021). Kebudayaan dalam Konsep Pedagogik Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5, 1605–1612. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/1146

Fiqriyah, A. N. R. (2017). Makna Pesan Baju Adat Kutai Miskat dan Takwo pada Masyarakat Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara. 1–72.

Hakim, M. L. (2019). Kajian Bentuk dan Ornamen Baju Kebesaran Raja Kutai Kartanegara di Museum Mulawarman Tenggarong Kalimantan Timur. 1–12.

Janah, U., Rosdiana, R., & Indriastuty, N. (2018). Makna Simbol Nilai Kebangsaan Dalam Perayaan Erau. CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics), 4(2), 123–140. https://doi.org/10.30872/calls.v4i2.1692

Koentjaraningrat. (2004). Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Gramedia Pustaka Utama.

Novanda, A. A., Arditi, N., Ananda, M. R., Muchammad, A., Hafidz, J., Pangan, T., & Timur, J. (2024). Strategi Mengatasi Krisis Identitas Dan Budaya Masyarakat Akibat Era Globalisasi. Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 3(10).

Sari, D. A., Susanto, M. R., Cahyono, N. H., & Dewobroto, B. T. (2024). The Tabut Festival of Bengkulu as an Idea For a Painting Work. 4(2), 158–168.

Sasmito, W., & Susanto, M. R. (2023). Cilpa : Jurnal Pendidkan Seni Rupa. 9(2), 13–24.

Sedyawati, E., Parani, Y., Murgianto, S., Soedarsono, Rehkyatmo, A., Suharto, B., & Sukidjo. (1986). Pengetahuan Elementer Tari dan Beberapa Masalah Tari. Direktorat Kesenian Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/13696/1/Pengetahuanelementertaridanbeberapamasalahtari.PDF

Setiawan, W. (2024). Analisis Karakter Visual Pakaian Adat Takwo dalam Upacara Adat Erau Kesultanan Kutai Kartanegara [Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa]. https://repository.ustjogja.ac.id/doc/analisis-karakter-visual-pakaian-adat-takwo-dala638216