Penerapan “Blind SAIH” dalam 7 Kebiasaaan Anak Indonesia Hebat untuk Meningkatkan Penguatan Karakter Murid Hambatan Penglihatan
Abstrak
Best practice sebagai pendukung penerapan 7 KAIH dilakukan dengan membuat modifikasi Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) bagi peserta didik hambatan penglihatan. Modifikasi Senam Anak Indonesia Hebat “Blind SAIH” bagi peserta didik hambatan penglihatan dilakukan tanpa mengubah esensi gerakan aslinya. Modifikasi dilakukan pada modifikasi gerakan, penggunaan clue untuk setiap perpindahan gerakan dan modifikasi hitungan. Penerapan “Blind SAIH” diimplementasikan setiap hari di Jurusan Tunanetra SLB Negeri 1 Bantul. Metode dalam penulisan best practice ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tahapan dalam kegiatan best practice ini terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evauasi. Penulis memberikan angket kepada peserta didik terkait evaluasi penerapan “Blind SAIH” khususnya yang kemudian dianalisis dan dijadikan dasar sebagai penentuan kesimpulan. Berdasarkan hasil angket, diketahui bahwa adanya peningkatan kesadaran berolahraga. Peserta didik yang memiliki penguatan karakter dalam senang berolahraga menggunakan dari 55 menjadi 80, dengan menggunakan lima indikator penilaian kemandirian yaitu sangat kurang, kurang, cukup, baik dan sangat baik. Berdasarkan indikator tersebut, diketahui penguatan karakter untuk gemar berolahraga peserta didik dapat meningkat. Dengan demikian, dapat disimpulkan modifikasi “Blind SAIH” dapat meningkatkan penguatan karakter gemar berolahraga peserta didik berkebutuhan khusus.
Data Unduhan PDF
Copyright (c) 2025 Nickita Kiki Praditya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
DOI:












