Strategi Penerimaan Murid Baru Berbasis Asesmen Daerah di Kota Yogyakarta
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerimaan murid baru berbasis asesmen daerah di Kota Yogyakarta, dengan mengatasi masalah ketidakmerataan alat seleksi dan ketimpangan distribusi sekolah. Penggunaan nilai rapor sebagai alat seleksi sering kali tidak mencerminkan kemampuan siswa secara konsisten antar sekolah, sementara zonasi jarak yang tidak merata akibat desain kota yang sudah ada sejak masa kolonial memperburuk pemerataan akses pendidikan. Beberapa wilayah di Yogyakarta bahkan menjadi "blank spots" yang tidak memiliki sekolah negeri, menambah tantangan dalam pemerataan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur untuk menggali penerapan Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) sebagai solusi untuk menciptakan alat seleksi yang lebih terstandar dan adil. ASPD diharapkan dapat mengatasi ketimpangan zonasi dan memberikan kesempatan yang lebih setara bagi calon siswa, baik dari dalam maupun luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penerapan asesmen berbasis daerah ini juga bertujuan untuk menjaga kualitas pendidikan di Yogyakarta, yang dikenal sebagai kota pendidikan, agar tetap kompetitif di tingkat nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan ASPD, proses seleksi penerimaan murid baru dapat menjadi lebih objektif dan relevan dengan kondisi lokal, serta mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan. Dengan demikian, strategi penerimaan berbasis asesmen daerah ini merupakan langkah penting untuk mempertahankan kualitas pendidikan di Kota Yogyakarta.
Data Unduhan PDF
Copyright (c) 2026 Sri Lestari Andayani, Nerys Lourensius

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
DOI:












