Pembelajaran IPS dan Regulasi diri: Internalisasi Nilai Sosial untuk Harmoni keberagaman di SMP Singkawang
Abstrak
Dewasa ini regulasi diri sangat penting untuk membentuk karakter siswa, dengan kemampuan regulasi diri siswa memiliki kepekaan terhadap semua hal di lingkungannya, kenyataan di lapangan regulasi diri belum banyak di praktekan oleh siswa, apalagi ditengah Masyarakat yang multikultur siswa ditungtut untuk peka terhadap lingkungan sekitarnya untuk meminimalisir konflik antar etnis, golongan, agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan regulasi diri dalam pengembangan nilai-nilai sosial untuk mencapai kerukunan di SMP Negeri 1 Singkawang serta implikasinya terhadap ketahanan sosial budaya. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran IPS yang menekankan pemahaman keberagaman, dikombinasikan dengan pengembangan regulasi diri siswa, berkontribusi signifikan terhadap penguatan nilai-nilai sosial seperti toleransi, empati, dan saling menghormati. Temuan ini penting untuk memperkuat ketahanan sosial budaya bangsa melalui pendidikan kontekstual, terutama di daerah yang beragam seperti Singkawang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan kurikulum IPS yang lebih inklusif dan holistik, serta strategi pembelajaran yang mendorong regulasi diri siswa sebagai landasan hidup dalam masyarakat yang beragam.
Data Unduhan PDF
Copyright (c) 2025 Toni, Agustinus Sugeng Priyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
DOI:












