Membatik sebagai Media Edukasi Berbasis Kearifan Lokal guna Pewarisan Budaya di Museum Batik Pekalongan

  • Muhammad Irfan Setiawan Universitas Negeri Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah,  Indonesia
  • Tutik Wijayanti Universitas Negeri Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah,  Indonesia

Abstrak

Batik adalah aset budaya warisan leluhur yang merepresentasikan keberagaman bangsa Indonesia. Museum Batik Pekalongan merupakan wujud nyata pelestarian budaya di kota Pekalongan. Museum Batik Pekalongan berfungsi sebagai pusat pelestarian dan edukasi budaya membatik, dibuktikan dengan diperolehnya sertifikat dari UNESCO untuk best practices membatik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan membatik sebagai media edukasi berbasis kearifan lokal di Museum Batik Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Kepala Museum Batik, staf workshop, staf konservasi, serta pengunjung museum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membatik di Museum Batik Pekalongan tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas seni, namun juga sebagai media pembelajaran yang memperkuat karakter, memperkenalkan nilai-nilai kultural, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal. Museum menerapkan metode edukasi yang adaptif sesuai dengan usia pengunjung, serta memberi ruang kreatif bagi pengunjung untuk bereksplorasi motif batik. Proses edukasi ini menjadikan pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan bermakna. Sehingga museum tidak hanya menjadi tempat pelestarian artefak, namun juga sebagai agen pewarisan budaya yang dinamis. Temuan ini memiliki prospek untuk diimplementasikan pada lembaga pendidikan dan wisata edukasi lainnya guna memperkuat identitas budaya bangsa.

Kata Kunci: membatik, edukasi budaya, kearifan lokal, museum, pewarisan budaya

Data Unduhan PDF

Data unduhan belum tersedia.
Diterbitkan
2026-03-06
Bagaimana cara mengutip:
Setiawan, M. I., & Wijayanti, T. (2026). Membatik sebagai Media Edukasi Berbasis Kearifan Lokal guna Pewarisan Budaya di Museum Batik Pekalongan . Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 10(3), 2447-2453. https://doi.org/10.51169/ideguru.v10i3.1994
Bagian
Artikel Penelitian
Abstrak viewed: 101 times
PDF downloaded: 45 times

Referensi

Aninditto, A., Widdiyanti, W., Yulimarni, Y., Akbar, T., & Sundari, S. (2023). Pengenalan dan Edukasi Batik bagi Anak Usia Dini di Taman Kanak-kanak Pembina Padangpanjang. Jurnal Abdidas, 4(3), 257–264. https://doi.org/10.31004/abdidas.v4i3.801

Irawan, H., Hermawan, D., & Wijayanti, T. (2021). Implementation of the Pendidikan Generasi Muda dan Kepramukaan (PGMK) for New Students as an Effort to Build the Spirit of State Defense Towards Advanced Indonesia. Forum Ilmu Sosial, 48(2), 114–122. https://doi.org/10.15294/fis.v48i2.32405

Larasati, M. (2021). Pelestarian Budaya Batik Nusantara sebagai Identitas Kultural melalui Pameran di Museum Batik Pekalongan pada Masa COVID-19. Tornare-Journal of Sustainable Tourism Research, 3(1), 2715–8004. https://jurnal.unpad.ac.id/tornare/article/view/29849

Millatu Zulfa, Hidayatu Munawarah, & Sofan Rizqi. (2023). Upaya Pengenalan Budaya Lokal Batik untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Madrasah Ibtidaiyah Pekalongan. Madako Elementary School, 2(1), 62–84. https://doi.org/10.56630/mes.v2i1.165

Nasution, H. A., & Suyadi. (2020). Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Humanistik dengan Pendekatan Active Learning di SDN Nugopuro Gowok. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 17(1), 31–42. https://doi.org/10.14421/jpai.2020.171-03

Nurhasanah, L., Siburian, B. P., & Fitriana, J. A. (2021). Pengaruh Globalisasi Terhadap Minat Generasi Muda Dalam Melestarikan Kesenian Tradisional Indonesia. Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 31–39. https://doi.org/10.33061/jgz.v10i2.5616

Posha, B. Y., & Yusnita, H. (2023). Peran Museum sebagai Pusat Edukasi dan Daya Tarik bagi Masyarakat Sambas. Journal of Community Services), 1(1), 46–58.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Wardhani, N. W., Arumsari, N., & Wijayanti, T. (2019). Pemahaman Pentingnya Kesadaran Akan Pendidikan Karakter Anak melalui Sinergi Lingkungan Pendidikan di Kecamatan Gunungpati. Jurnal Panjar: Pengabdian Bidang Pembelajaran, 1(2), 107–110. https://doi.org/10.15294/panjar.v1i2.29716

Wijayanti, T., & Kurniawan, M. A. (2023). Strengthening the Character of Tolerance Through Habituation of Kindness as an Effort to Anticipate Conflicts in Multicultural Communities in Tempur Village, Jepara Regency. Atlantis Press SARL. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-096-1_71

Wijayanti, T., Pramono, S. E., & Rachman, M. (2024). Research Implication of Character Education in Indonesia : Bibliometric Analysis and Future Agenda. 22, 14279–14298.

Wijayanti, T., & Saputri, A. R. (2024). Character Education , Local Wisdom , and the Profile of Pancasila Students : Challenges and Potential Approach. 8(1), 350–362.

Zubaedah, S., & Hidayah, U. N. (2023). Batik dan Media Pembelajaran: Upaya Melestarikan Budaya Lokal Dusun Giriloyo Desa Wukirsari Kapanewon Imogiri Bantul. PAUDIA : Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 12(1), 103–115. https://doi.org/10.26877/paudia.v12i1.11315