Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menumbuhkan Kesadaran Multikulturaisme di Sekolah Dasar
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam menumbuhkan kesadaran multikulturalisme siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian didasarkan pada urgensi penguatan nilai toleransi, empati, dan penghargaan terhadap keberagaman sejak usia dini, mengingat karakter masyarakat Indonesia yang plural dari segi etnis, agama, budaya, dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen pembelajaran. Penelitian dilaksanakan di sekolah dasar dengan latar belakang siswa yang multikultural. Partisipan penelitian terdiri atas tiga guru PKn serta lima belas siswa yang berasal dari latar belakang etnis dan agama yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang dirancang secara partisipatif dan kontekstual mampu berperan signifikan dalam menumbuhkan kesadaran multikultural siswa. Integrasi nilai-nilai lokal dan kebhinekaan ke dalam RPP, serta penggunaan strategi pembelajaran yang mendorong dialog antarbudaya, diskusi reflektif, dan pengalaman langsung, terbukti efektif dalam menanamkan sikap toleransi, empati, dan saling menghargai perbedaan. Guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator yang mampu membangun ruang dialog, mengarahkan refleksi personal siswa, serta menanamkan nilai kebhinekaan dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, efektivitas pelaksanaan pendidikan multikultural melalui PKn masih dipengaruhi oleh dukungan institusi sekolah, keterlibatan orang tua, serta ketersediaan pelatihan guru yang berkelanjutan. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pendidikan multikultural berbasis lokal yang dapat direplikasi di sekolah dasar lain. Secara umum, PKn terbukti memiliki kontribusi nyata dalam membentuk kesadaran multikultural siswa sekolah dasar secara berkelanjutan dan kolaboratif.
Data Unduhan PDF
Copyright (c) 2025 Rania Juliana Kamal, Dinie Anggraeni Dewi, Tuti Istianti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
DOI:












