Kesiapan Guru IPA dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Berbasis STEM di Madrasah Ibtidaiyah
Abstrak
Pendekatan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) semakin relevan dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan abad ke-21, seperti keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan guru IPA di Madrasah Ibtidaiyah untuk mengimplementasikan pembelajaran berbasis STEM. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara dan angket, kemudian dianalisis menggunakan triangulasi data untuk validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan kesiapan afektif guru IPA berada pada tingkat tinggi (80%), kesiapan kognitif cukup baik (70%), namun kesiapan praktis (60%) dan dukungan eksternal (50%) masih memerlukan perhatian serius. Hambatan utama dalam implementasi mencakup kurangnya pelatihan intensif, keterbatasan fasilitas pendukung, serta tantangan dalam mengintegrasikan elemen-elemen STEM dalam pembelajaran. Strategi yang direkomendasikan meliputi penyelenggaraan pelatihan berkelanjutan, penyediaan fasilitas dan sumber daya, serta pendekatan bertahap untuk mendukung guru dalam mengembangkan proyek STEM sederhana yang relevan dengan konteks madrasah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun tantangan tetap ada, guru IPA di Madrasah Ibtidaiyah memiliki potensi besar untuk meningkatkan pembelajaran berbasis STEM melalui dukungan dan kolaborasi yang tepat. Hasil ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk kebijakan pendidikan yang lebih inklusif, khususnya dalam meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran di tingkat dasar.
Data Unduhan PDF
Copyright (c) 2026 Rizka Safitri, Siti Fatonah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
DOI:












