Jebakan Pendekatan Produk dalam Pendidikan Karakter: Refleksi Kritis untuk Penerapan Kokurikuler di Sekolah Dasar
Abstrak
Penelitian ini mengungkap paradoks fundamental dalam implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5): sekolah berhasil mencapai output fisik 96,46% namun pemahaman guru tentang dimensi karakter hanya 32,30%. Jebakan pendekatan produk terjadi ketika fokus pada metrik output visible mengabaikan proses pembelajaran bermakna dan internalisasi nilai. Menggunakan Discrepancy Evaluation Model dengan pendekatan mixed method, penelitian evaluatif ini melibatkan 226 siswa, 12 guru, dan 5 kepala sekolah dari lima sekolah dasar di Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Temuan menunjukkan gap ekstrem pada aspek "instalasi" (pemahaman guru) sebesar 67,70%, mengindikasikan bahwa pelatihan guru masih teknis-prosedural bukan filosofis-substantif. Jebakan produk bersifat sistemik: metrik keberhasilan yang fokus pada output visible, pelatihan guru yang belum memadai, struktur sekolah pedesaan yang overload, dan kultur “busy is good” saling memperkuat. Penelitian ini memvalidasi keputusan Kemendikdasmen 2025 mengganti P5 dengan kokurikuler bermakna dan merekomendasikan reorientasi pelatihan guru, perubahan sistem monitoring, serta penyederhanaan beban administratif untuk mewujudkan pendidikan karakter yang substansial dan berkelanjutan.
Data Unduhan PDF
Copyright (c) 2026 Kharis Muhdi, Firmansyah Firmansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
DOI:












