Developing Inductive–Deductive Models with Cognitive Conflict to Enhance Students Problem-Solving and Confidence
Abstrak
Kemampuan untuk memecahkan masalah dalam matematika dan kepercayaan diri adalah dua keterampilan penting yang perlu dibangun dalam pembelajaran matematika di abad ke-21. Namun, banyak siswa yang memiliki tantangan dalam memahami konsep secara mendalam dan menerapkannya untuk memecahkan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pembelajaran Induktif-Deduktif berdasarkan Strategi Konflik Kognitif, yang disebut Berpikir Dua Arah, untuk meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri siswa dalam pemecahan masalah matematika. Penelitian ini mengikuti model pengembangan Plomp yang terdiri dari lima tahap: (1) penelitian awal, (2) desain, (3) pengembangan, (4) pengujian, evaluasi, dan perbaikan, dan (5) implementasi. Model ini dirancang dengan lima langkah utama, yaitu: Identifikasi dan Konflik Konseptual, Eksplorasi Induktif, Generalisasi Deduktif, Penerapan Reflektif, dan Konfirmasi dan Evaluasi Diri. Hasil pengujian validitas, kepraktisan, dan efektivitas menunjukkan bahwa model ini valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran matematika. Model Thinking in Two Directions telah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika serta meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menangani masalah matematika yang kompleks.
Data Unduhan PDF
Copyright (c) 2026 Rusmini, Dian Armanto, Mukhtar, Nuraini Sribina, Muhammad Rizky Mazaly, Muhammad Rizky Mazaly

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
DOI:












