https://jurnal-dikpora.jogjaprov.go.id/murid/index.php/wibhakta/issue/feedJurnal Wibhakta2026-02-01T10:40:56+07:00Open Journal Systems<p>E-journal SMAN 7 Yogyakarta</p>https://jurnal-dikpora.jogjaprov.go.id/murid/index.php/wibhakta/article/view/97Dampak Penumpukan Sampah Terhadap Dagangan Para Penjual di Pasar Ngasem2026-01-30T12:45:46+07:00Kaisha Shire Wasistakaishashirewasista@gmail.comArga Rizky Syaputrakaishashirewasista@gmail.comAliffa Putri Andinakaishashirewasista@gmail.comDian Ndaru Dewikaishashirewasista@gmail.comPramahita Sekar Arum Maharanikaishashirewasista@gmail.comSelviani Alya Khairunnisakaishashirewasista@gmail.com<p>Pasar tradisional merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang memiliki peran penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, kebersihan lingkungan pasar masih menjadi masalah yang berdampak pada kesehatan, kenyamanan, dan keberlanjutan aktivitas ekonomi. Berdasarkan berbagai jurnal sebelumnya, penumpukan sampah di lingkungan pasar dapat meningkatkan populasi penyakit seperti lalat yang berpotensi mencemari bahan pangan, khususnya daging ayam, serta menurunkan kepercayaan dan minat konsumen dalam membeli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penumpukan sampah pada kualitas dagangan pedagang ayam serta pengaruhnya terhadap keputusan pembeli, jumlah pembeli, dan penjualan di Pasar Ngasem. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik observasi langsung dan wawancara dengan pedagang ayam. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengaitkan hasil lapangan dengan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkuat temuan jurnal sebelumnya mengenai pentingnya kebersihan lingkungan pasar serta meningkatkan kesadaran pedagang dan pengelola pasar dalam menjaga kebersihan guna mendukung kesehatan masyarakat dan keberlanjutan ekonomi pasar tradisional.</p> <p> </p>2026-01-30T12:40:20+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Wibhaktahttps://jurnal-dikpora.jogjaprov.go.id/murid/index.php/wibhakta/article/view/98Pengaruh Letak Kantin SMAN 7 Yogyakarta terhadap Interaksi Aktivitas Jual Beli2026-01-30T12:45:46+07:00B Cahyaningrumblife6355@gmail.comBelinda Puteri Kusuma 10061 Bunga Cahya Permata Sari 10062 Bunga Cahyaningrum 10063 Cresentia Biru Langit 10064 Kaneesha Syahquita Aqilla 10074 Shafia Vida Yusan Pratama 10084blife6355@gmail.com<p><img src="/murid/public/site/images/arum/IMG_20260130_120420.jpg"></p>2026-01-30T12:41:39+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Wibhaktahttps://jurnal-dikpora.jogjaprov.go.id/murid/index.php/wibhakta/article/view/102Perubahan Fungsi Lahan, Tindakan Tawar-Menawar, dan Perkembangan Transaksi Non Tunai Di Pasar Ngasem.2026-01-30T12:45:46+07:00Revi Setyaningsihsetyaningsihreevvvi@gmail.comJasmine Putri Kosnanty Ajisetyaningsihreevvvi@gmail.comJenita Sherli Aiswarasetyaningsihreevvvi@gmail.comFania Nurrahmah Setyaningrumsetyaningsihreevvvi@gmail.comZivana Aurelia Adya Neysshasetyaningsihreevvvi@gmail.comMizel Gicera Salsabillasetyaningsihreevvvi@gmail.com<p>Pasar Ngasem merupakan pasar tradisional yang berada di kawasan </p> <p>strategis Keraton Yogyakarta dan mengalami perubahan fungsi lahan </p> <p>dari danau, pasar burung, hingga menjadi pasar tradisional dan pusat </p> <p>kuliner. Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi kondisi fisik </p> <p>kawasan, tetapi juga berdampak pada pola interaksi sosial, praktik </p> <p>tawar-menawar, serta sistem transaksi yang digunakan oleh pedagang </p> <p>dan pembeli. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi </p> <p>fungsi Pasar Ngasem, peran pasar sebagai pusat ekonomi dan wisata, </p> <p>serta adaptasi pedagang terhadap perkembangan sistem pembayaran </p> <p>non tunai seperti QRIS. </p> <p>Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan </p> <p>teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan wawancara </p> <p>sederhana dengan pedagang. Data yang diperoleh dianalisis secara </p> <p>deskriptif untuk memahami perubahan fungsi lahan, respons pedagang </p> <p>terhadap pembayaran digital, serta dinamika interaksi ekonomi di </p> <p>pasar. </p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Ngasem mampu </p> <p>beradaptasi terhadap modernisasi tanpa sepenuhnya kehilangan </p> <p>karakter pasar tradisional. Praktik tawar-menawar masih berlangsung, </p> <p>meskipun mulai disesuaikan dengan kebutuhan konsumen modern. </p> <p>Penerapan pembayaran non tunai menjadi bentuk adaptasi pedagang </p> <p>terhadap perkembangan teknologi dan meningkatnya kunjungan </p> <p>wisatawan. Dengan demikian, Pasar Ngasem tidak hanya berperan </p> <p>sebagai ruang ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial dan budaya </p> <p>yang tetap relevan di era digital.</p>2026-01-30T12:43:07+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Wibhaktahttps://jurnal-dikpora.jogjaprov.go.id/murid/index.php/wibhakta/article/view/96Karakteristik Pasar Ngasem Ditinjau dari Aspek Ekonomi, Sosial, dan Geografi.2026-01-30T12:51:44+07:00Ahmad Afnan Kamilafnankamil12@gmail.comAlfian Putra Arditiafnankamil12@gmail.comAlfian Putra Arditiafnankamil12@gmail.comZhidan Rifqi Shakaafnankamil12@gmail.comMochammad Aldino Andriansyah afnankamil12@gmail.comTiffany Fitria Yulinarafnankamil12@gmail.comFathania Helga Selystiaafnankamil12@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik Pasar Ngasem ditinjau dari aspek ekonomi, sosial, dan geografi. Pasar</p> <p>Ngasem merupakan salah satu pasar tradisional yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas perekonomian masyarakat</p> <p>lokal. Dari aspek ekonomi, Pasar Ngasem berfungsi sebagai pusat distribusi barang kebutuhan sehari-hari, tempat berlangsungnya</p> <p>transaksi antara pedagang dan konsumen, serta sumber mata pencaharian bagi sebagian besar pelaku usaha kecil dan menengah. Dari</p> <p>aspek sosial, pasar ini menjadi ruang interaksi sosial yang intensif, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, budaya tawar-menawar,</p> <p>serta hubungan sosial yang erat antara pedagang dan pembeli. Sementara itu, ditinjau dari aspek geografi, lokasi Pasar Ngasem yang</p> <p>strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar mendukung tingginya aktivitas perdagangan dan mobilitas pengunjung.</p> <p>Kondisi lingkungan fisik pasar, termasuk tata letak, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung, turut memengaruhi kenyamanan dan</p> <p>kelancaran kegiatan pasar. Secara keseluruhan, Pasar Ngasem tidak hanya berperan sebagai pusat kegiatan ekonomi, tetapi juga</p> <p>sebagai ruang sosial dan geografis yang memiliki kontribusi signifikan terhadap kehidupan masyarakat setempat.</p>2026-01-30T12:51:44+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Wibhaktahttps://jurnal-dikpora.jogjaprov.go.id/murid/index.php/wibhakta/article/view/103Hubungan Tindakan Sosial Pengunjung dengan Pengelolaan Sampah Pada Lahan Bekas Danau di Pasar Ngasem2026-01-30T20:51:13+07:00Muhammad Zidanezidanemuhammadzinedine@gmail.comAqueenta Ayuzidanemuhammadzinedine@gmail.comDimas Suryoabdhizidanemuhammadzinedine@gmail.comInas Agustinzidanemuhammadzinedine@gmail.comInas Agustinzidanemuhammadzinedine@gmail.comRozi Ahmadzidanemuhammadzinedine@gmail.comSabrina Epitazidanemuhammadzinedine@gmail.com<p>Pasar Ngasem merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang menghasilkan volume sampah cukup besar akibat tingginya aktivitas pengunjung. Kondisi Pasar Ngasem yang berada di kawasan lahan bekas danau menjadikan pengelolaan sampah sebagai hal yang penting untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesadaran pengguna Pasar Ngasem dengan pengelolaan sampah di lingkungan pasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, dengan subjek penelitian yaitu pengunjung pasar. Observasi dilakukan untuk mengamati tindakan sosial pengunjung dalam membuang dan mengelola sampah. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peran kesadaran pengguna pasar terhadap kondisi kebersihan lingkungan serta menjadi dasar dalam upaya pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan di Pasar Ngasem.</p>2026-01-30T20:51:13+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Wibhaktahttps://jurnal-dikpora.jogjaprov.go.id/murid/index.php/wibhakta/article/view/101Pengaruh Kondisi Geografis Terhadap Pola Interaksi Sosial dan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Di Daerah Pasar Ngasem 2026-02-01T10:40:56+07:00Syarif Nur Wibowobowo7c22@gmail.comAndrea Venza Milanojoshuaevans406@ntuuu.ac.ukAssifaul Nuruljoshuaevans406@ntuuu.ac.ukFadhil Radhi Arshavinjoshuaevans406@ntuuu.ac.ukMuhammad Zafa Belagamajoshuaevans406@ntuuu.ac.ukZakiyatush Sholihahjoshuaevans406@ntuuu.ac.uk<p>Letak geografis merupakan aspek penting dalam kehidupan masyarakat, karena letak geografis berperan memengaruhi interaksi sosial dan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar, pada contohnya masyarakat di pesisir yang cenderung memiliki pekerjaan sebagai nelayan dan masyarakat di pertengahan kota yang cenderung bekerja sebagai pekerja kantoran, ini menimbulkan berbagai perbedaan, mulai dari cara berkomunikasi masyarakat yang tentunya berbeda, dan juga penghasilan yang beragam. Perbedaan letak wilayah, aksesibilitas, serta ketersediaan sumber daya alam membentuk pola hubungan sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat. Wilayah yang mudah dijangkau umumnya memiliki interaksi sosial yang lebih dinamis serta peluang ekonomi yang lebih baik dibandingkan wilayah yang terisolasi. Karena itulah, penelitian kami bertujuan untuk menghubungkan dampak letak geografis terhadap interaksi sosial masyarakat dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. </p> <p> </p>2026-01-31T06:06:30+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Wibhakta